Mari Manfaatkan Blog sebagai Ladang Penghasilan

Saya berkenalan dengan dunia blogging pada tahun 2008-an dan pada saat itu yang saya kenal pertama kali adalah layanan blog gratis yaitu blogspot. Kemudian saya juga mulai mengenal wordpres serta layanan blog lain seperti blogdetik, multiply, dan sebagainya. Saat itu, saya masih belum mengetahui bahwa dengan ngeblog dapat menghasilkan uang.
Sekitar tahun 2009, saya mulai mengenal domain dan hosting. Sebelumnya saya tidak tahu apa itu domain dan apa itu hosting, meskipun saya sudah sangat familiar dengan domain-domain seperti google.com, yahoo.com, dan sebagainya. Semenjak saat itulah saya mengetahui bahwa uang dapat diperoleh dari pengiklan yang mengiklankan produknya di blog.

Saat itu domain yang saya pakai adalah .tk yang menggantikan alamat blogspot saya. Jadi, saya masih menggunakan blogspot dan hanya menggunakan fasilitas custom domain. Nah, karena lama-kelamaan rasa keingintahuan saya terhadap self hosting semakin besar, saya mulai mencoba menggunakan hosting gratis 000webhost.com dengan domain .tk yang sudah saya miliki. Maklum, masih pemula alias newbie jadi masih memakai yang gratis. Beberapa bulan kemudian, saya mencoba mendaftar Google Adsense dan langsung diterima, padahal saat itu GA masih belum mensupport bahasa Indonesia. Sepertinya saat itu review yang dilakukan Google Adsense tidak seketat sekarang. Namun, karena blog saya menggunakan bahasa Indonesia, iklan yang bisa dipakai hanya iklan untuk pencarian. Akhirnya saya pasang kode itu di kolom pencarian. Namun beberapa bulan kemudian akun saya dibanned sama GA. Akhirnya saya memasang iklan dari penyedia jasa iklan lainnya seperti Admob, Kliksaya, dan sebagainya. Itu berjalan hingga akhir tahun 2010.
Pada tahun 2011 hingga awal 2012, saya tidak melakukan aktivitas blogging karena saya sudah jenuh dengan dunia blogging. Saya mengatasi kejenuhan saya menjadi pengguna Wikipedia bahasa Indonesia hingga saya menjadi salah satu editor dan rollbacker di sana. Namun pada saat itu, saya menjadi sangat iri kepada pengguna Wikipedia yang beberapa di antaranya memiliki blog. Hingga akhirnya saya berfikir untuk membeli (menyewa) domain TLD saja dan menghapus domain .tk saya.
Pada bulan Maret 2012, saya membeli domain anashir.com ini dari salah satu penyedia hosting, Idwebhost. Saat itu saya masih menggunakan custom domain blogspot. Hingga akhirnya pada bulan Mei 2012, saya membeli hosting dari Idwebhost. Beberapa hari kemudian, saya mendaftar Google Adsense yang kemudian dibalas untuk peninjauan pertama pada tanggal 12 Mei 2012 dan ditolak pada tanggal 21 Mei 2012. Saya kemudian mengirim permohonan kembali berkali-kali dan berkali-kali itu juga saya ditolak. Berbagai alasan penolakan Google Adsense saya terima, di antaranya “Situs belum mematuhi kebijakan Google”, “Konten situs yang tidak dapat diterima”, dan “Konten tidak memadai”. Sekitar delapan kali saya mengirimkan permohonan ke Google Adsense yang akhirnya diterima pada tanggal 4 Oktober 2012.
Setelah beberapa bulan menggunakan Google Adsense, saya mulai mencari tahu cara pembayarannya di penelusuran Google. Hingga akhirnya saya mengetahui tentang kata “payee name”. Saat itu, saya menggunakan nama lengkap saya di payee name padahal nama saya di KTP hanya menggunakan inisial di awalnya. Menurut sumber yang saya baca, pencairan Google Adsense harus menggunakan nama persis seperti yang tertulis di KTP. Jika tidak, maka pencairan tidak dapat dilakukan. Ya, itulah yang saya baca dari sebuah forum. Namun karena penghasilan saya sedikit, saya tidak memedulikannya, saya kemudian membuat akun di Idblonetwork, Sitti, Adsensecamp, dan berbagai penyedia jasa PPC lainnya yang keseluruhannya langsung diterima. Dari sekian banyaknya PPC, saya hanya menayangkan iklan dari Idblognetwork saja. Jadi saat itu saya hanya menayangkan iklan dari GA dan IBN. Kenapa iklan PPC lainnya tidak saya tayangkan? Karena untuk iklan lainnya banyak yang mengandung materi dewasa serta materi yang menjual mimpi, kecuali Sitti. Alasan saya saat itu tidak menayangkan Sitti karena iklan yang tampil di Sitti hanya sedikit.
Setelah beberapa bulan, akhirnya saya memutuskan untuk mengubah payee name. Kemudian saya masuk ke setelan akun di Google Adsense untuk mengubahnya. Namun, saya tidak dapat menemukan tombol edit yang berada di sebelah payee name. Ternyata, ada beberapa negara yang tidak disupport oleh GA untuk mengubah payee name termasuk Indonesia. Kemudian saya mencari cara untuk mengubah payee name di supportnya GA yang hanya berisi tanya jawab hingga ke berbagai forum. Pencarian Google pun sudah saya acak-acak untuk mencari cara mengubahnya. Hingga saya dibawa ke sebuah blog luar yang menunjukkan cara pengubahannya yang dia klaim berhasil. Di blog tersebut, disarankan untuk mengirimkan email ke adsense-support@google.com yang berisi alasan pengubahannya dengan bahasa Inggris tentunya. Namun setelah saya kirim hanya dibalas dengan mesin penjawab otomatis. Sekitar enam kali saya mengirimnya bahkan di antaranya saya sertakan scan KTP juga tapi tetap tidak ada respon. Akhirnya saya menggunakan cara satu-satunya yang disarankan GA di supportnya yaitu menutup/membatalkan akun. Pada 30 Agustus 2013, saya membatalkan akun saya dan langsung disetujui oleh Google Adsense. Pada saat saya membatalkan akun saya, saldo di dalamnya berjumlah sekitar $26,5.
Kemudian saya langsung mengirim permohonan kembali dengan email berbeda dan payee name yang cocok dengan KTP tentunya. Namun permohonan saya ditolak. Berkali-kali sudah saya kirim permohonan tersebut, tetapi sampai sekarang belum diterima permohonan saya itu. Semoga ke depan diterima kembali. Amin.
Setelah beberapa kali saya mengirim permohonan, akhirnya saya diterima kembali menjadi publisher Google Adsense.

Gambar ilustrasi berasal dari akun Flickr 401(K) 2012 yang berlisensi CC BY-SA 2.0

Baca juga yang ini Lhooo .....

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*