Tips Untuk Menulis Artikel Untuk Pemula

Menulis artikel itu mudah. Itu adalah hal yang pertama kali harus anda camkan dalam-dalam dalam hati. Jika anda sudah mempunyai presepsi bahwa menulis artikel itu akan sulit, maka yang terjadi adalah akan benar-benar kesulitan dalam menulis artikel.

Menulis Artikel
Semua hal (mungkin) akan mengikuti pikiran anda. Jika memang anda membayangkan menulis artikel itu sulit, maka anda tidak akan bisa menulis sebuah artikel. 
Untuk itulah tulisan ini saya buat, saya hanya berdoa semoga setelah anda membaca tulisan ini sampai selesai, anda sudah siap bahkan sudah selesai menulis sebuah artikel untuk anda publikasikan. Entah itu di media online seperti blog atau di media cetak.
Berikut adalah hal-hal yang anda harus perhatikan ketika ingin menulis artikel.

1. Ide, Atau Topik Untuk Dibahas

Ide ini adalah nyawa utama dari setiap penulis. Jika tidak ada ide untuk menulis, maka penulis pun tidak akan bisa untuk menulis.
Darimana datangnya ide? Ide bisa datang kapan saja. Namun, ketika anda ingin menulis ide itu tidak datang, anda bisa jalan-jalan ke Google. Cari hal-hal yang sesuai dengan apa yang anda sukai. Maka dengan melihat-lihat hal baru tersebut anda akan mendapatkan hal baru juga.
Pergi ke toko buku, maybe toko buku ini adalah gudang ide. Disana ada ratusan bahkan judul buku yang tertata rapi di rak-rak buku.
Tak perlu membeli bukunya, anda bisa membacanya disana. Karena membaca di toko buku itu nggak usah berbayar. Hanya butuh datang aja, toh biasanya kursi juga disediakan kursi atau sofa oleh pemilik toko buku tersebut. hahahaha (tertawa jahat)

2. Blank Page Syndrome

Ya, memang sulit kalau ingin mengawali sebuah tulisan. Tapi jika tidak kita awali lantas kapan tulisan itu akan selesai? Mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali. Entah nanti tulisan yang anda buat menjadi seperti apa itu urusan belakangan. Yang penting workspace anda tidak kosong. Karena workspace kosong itu sangat menyebalkan sekali.

3. Just Writting (Menulislah Seperti Anda Berbicara)

Ini adalah hal yang sangat mudah bukan. Anda bisa bicara atau berkomunikasi dengan orang? Ya, kalau bisa berarti anda siap untuk menulis sebuah artikel. Jangan selalu terpaku dengan kata-kata yang harus begini dan begitu. Kecuali tulisan anda itu tujuannya adalah untuk keperluan akademik, jadi memang harus disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Tulislah apa yang anda katakan, penuhi setiap halaman dengan kata-kata yang ingin anda keluarkan melalui mulut anda. Jangan khawatir ada yang salah, karena anda masih bisa merevisinya. Ingat, salah belum tentu dosa. Tapi dosa sudah pasti salah.

4. Revisi Belakangan Aja

Jika anda sudah merasa menyelesaikan tulisan anda, baca ulang tulisan anda. Kemudian revisi kata-kata yang mungkin salah atau tidak nyambung dengan kalimat lainnya. So, dengan merevisi di akhir-akhir seperti ini, akan mempersingkat waktu untuk menghasilkan artikel yang berkualitas.
Jika anda merevisi setiap selesai menulis paragraf, anda akan membuang banyak waktu. Tentu hal ini akan mengurangi produktifitas anda dalam menulis artikel. Menulis artikel itu mudah, asal tulis saja sampai selesai setelah itu edit jika diperlukan.

5. Perhatikan Paragraf Pertama dan Kesimpulan

Ingat, paragraf pertama adalah hal yang harusnya mempunyai nilai jual yang paling tinggi. Anda gagal menulis paragraf pertama, maka artikel anda juga akan gagal.
Jika seseorang membaca sebuah artikel, pasti yang dibaca adalah paragraf pertamanya. Sepakat? Nah, ketika pada paragraf pertama saja sudah tidak menarik, pasti mereka berfikir paragraf-paragraf selanjutnya juga tidak menarik. Jadi pembaca akan segera meninggalkan artikel anda dan mencari artikel yang lainnya.
Tentu masih ingat tentang hukum “Ciptakan kesan pertama yang menarik”. Sayangnya hukum ini juga berlaku dalam menulis artikel.

Baca juga yang ini Lhooo .....

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gambar CAPTCHA

*